Kelompok 4
MAKALAH
PSIKOLOGI PENDIDIKAN
PERKEMBANGAN
PSIKO-FISIK SISWA
Dosen
Pembimbing : Frendi Fernando, S.Pd.I.,M.A
Makalah
Ini Disajikan Untuk Memenuhi Tugas
Mata
Kuliah Psikologi Pendidikan
Nama : Siti Nurkhayati
NIM : 182100737
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM SUFYAN TSAURI MAJENANG
TAHUN AKADEMIK 2019/2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah
SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan penulisan makalah yang berjudul “Perkembangan Psiko-Fisik Siswa”.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Psikologi
Pendidikan.
Pada kesempatan ini penulis ingin
menyampaikan terima kasih kepada :
1.
Bapak Frendi Fernando, S.Pd.I.,M.A
selaku dosen pembimbing mata kuliah Psikologi Pendidikan yang telah memberikan
pengarahan dan bimbingan dalam kegiatan tugas pembuatan makalah ini.
2.
Orang tua kami yang telah
memberikan dukungan baik spiritual maupun materiil.
3.
Semua pihak yang telah
memberikan dukungan dan motivasi dalam penyelesaian makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan
makalah ini masih terdapat kekurangan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik
dan saran yang bersifat membangun dari pembaca demi perbaikan di masa yang akan
datang.
Kami berharap makalah ini bermanfaat bagi
semua pihak dan berguna bagi pembaca. Amiin.
Cimanggu, 6 April 2020
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL ......................................................................................................................... i
KATA
PENGANTAR ....................................................................................................................... ii
DAFTAR
ISI ..................................................................................................................................... iii
BAB
I PENDAHULUAN ................................................................................................................. 1
A.
Latar Belakang Masalah ........................................................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah ..................................................................................................................... 1
C.
Tujuan ....................................................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................................. 3
A.
Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan ........................................................................... 3
B.
Perkembangan Psiko-Fisik Siswa ............................................................................................. 4
1.
Perkembangan Motor (Fisik) Siswa ...................................................................................... 4
2.
Perkembangan Kognitif (Cognitive Development) ................................................................
6
3.
Perkembangan Bahasa Siswa ................................................................................................ 8
4.
Perkembangan Sosio-Emosional (Socio-emotional Development) ....................................... 9
5.
Perkembangan Moral (Moral Development) ......................................................................... 10
BAB
III PENUTUP ............................................................................................................................ 12
A.
Kesimpulan ................................................................................................................................. 12
B.
Saran ............................................................................................................................................ 13
DAFTAR
PUSTAKA ........................................................................................................................... 14
DAFTAR
LAMAN ............................................................................................................................... 15
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG MASALAH
Perkembangan
ranah-ranah psiko-fisik adalah proses perkembangan yang terfokus pada kaitannya
langsung dengan proses belajar. Proses perkembangan itu meliputi; (a) perkembangan
motorik (motor development), (b) proses perkembangan kognitif (cognitif
development), (c) bahasa komunikasi, (d) perkembangan sosio-emosional (socio-emotional
development), dan (e) perkembangan moral (moral development) siswa.
Perkembangan
fisik merupakan salah satu aspek perkembangan peserta didik yang sangat penting
dan memengaruhi aspek-aspek perkembangan lainnya, seperti halnya aspek karakteristik
perkembangan fisik dan kepribadian peserta didik. Namun, pada kenyataannya tak
jarang menjumpai salah seorang guru yang kurang dapat memahami proses-proses
perkembangan psiko-fisik pada peserta didiknya sehingga menimbulkan terjadinya
hambatan/keterlambatan pertumbuhan psiko-fisik pada siswa-siswanya. Maka dari
itu, dalam hal ini seorang guru dituntut untuk memiliki rasa tanggung jawab
yang besar dalam melaksanakan interaksi edukatif didalam kelas, dan perlu
memiliki pemahaman yang mendalam tentang perkembangan psiko-fisik peserta
didiknya. Dengan bekal pemahaman tersebut, diharapkan guru akan dapat memberikan
layanan pendidikan atau melaksanakan proses pembelajaran secara optimal serta
dapat membentuk karakteristik siswanya sesuai dengan kemampuan si peserta
didik.
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Bagaimana proses
perkembangan motorik (fisik) siswa?
2.
Bagaimana proses
perkembangan kognitif siswa ?
3.
Bagaiman proses
perkembangan bahasa siswa ?
4.
Bagaimana proses
perkembangan sosio-emosional siswa ?
5.
Bagaimana proses perkembangan
moral siswa ?
C. TUJUAN
Berikut
adalah tujuan daripada materi yang akan di bahas, yaitu :
1. Untuk
dapat mengetahui dan memahami proses perkembangan motorik (fisik) siswa.
2. Untuk
dapat mengetahui dan memahami proses perkembangan kognitif siswa.
3. Untuk
dapat mengetahui dan memahami proses perkembangan bahasa siswa.
4. Untuk
dapat mengetahui dan memahami proses perkembangan sosio-emosional siswa.
5. Untuk
dapat mengetahui dan memahami proses perkembangan moral siswa.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
[1]Perkembangan (development) adalah proses
atau tahapan pertumbuhan ke arah yang lebih maju. Pertumbuhan sendiri (growth)
berarti tahapan peningkatan sesuatu dalam jumlah, ukuran dan arti pentingnya.
Pertumbuhan juga berarti sebuah tahapan perkembangan (a stage of development).
Perbedaan
pertumbuhan dan perkembangan juga dapat dilihat dari sifatnya, dimana pada
pertumbuhan bersifat kuantitatif dan perkembangan bersifat kualitatif.
Maksudnya adalah pada proses pertumbuhan yang terjadi pada makhluk hidup, akan
mengalami perubahan secara fisik; seperti perubahan fisik yang terjadi pada
saat masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Sedangkan proses perkembangan
lebih kepada perubahan secara psikologi, yaitu perubahan-perubahan pada makhluk
hidup yang menandakan bahwa makhluk tersebut sudah lebih dewasa.
Selanjutnya,
pembahasan mengenai perkembangan ranah-ranah psiko-fisik pada proses-proses
perkembangan yang dipandang memiliki keterkaitan langsung dengan kegiatan
belajar siswa. Proses perkembangan tersebut meliputi :
a.
Perkembangan motor (motor development), yakni proses perkembangan yang
progresif dan berhubungan dengan perolehan aneka ragam keterampilan fisik anak
(motor skills).
b.
Perkembangan kognitif (cognitive development), yakni perkembangan fungsi
intelektual atau proses perkembangan kemampuan atau kecerdasan otak anak.
c.
Perkembangan bahasa siswa, yakni proses perkembangan peserta didik
terhadap keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca dan menulis)
sehingga perkembangan bahasa anak dapat tumbuh secara optimal sesuai dengan
usianya.
d.
Perkembangan sosio-emosional (socio-emotional development), yaitu proses
perubahan sosio-emosional yang terjadi pada diri setiap individu dalam warna
afektif yang menyertai setiap keadaan atau perilaku individu, dalam hal ini
objeknya adalah peserta didik.
e.
[2]Perkembangan moral (moral development), yakni
proses perkembangan mental yang berhubungan dengan perubahan-perubahan cara
anak dalam berkomunikasi dengan objek atau orang lain, baik sebagai individu
maupun sebagai kelompok.
B. PERKEMBANGAN
PSIKO-FISIK SISWA
Berikut adalah
penjelasan mengenai berbagai proses perkembangan psiko-fisik yang umum terjadi
pada pembelajaran siswa, antara lain :
1.
Perkembangan motor (fisik) siswa
Perkembangan
motor (motor development), yakni proses perkembangan yang progresif dan
berhubungan dengan perolehan aneka ragam keterampilan fisik anak (motor
skills).
[3]Terdapat empat macam faktor yang mendorong
kelanjutan perkembangan motor skills peserta didik yang juga
memungkinkan adanya campur tangan orang tua dan guru dalam mengarahkannya.
Keempat faktor itu sebagai berikut :
a)
Pertumbuhan dan perkembangan sistem syaraf
Pertumbuhan dan perkembangan kemampuannya membuat
intelegensi (kecerdasan) anak meningkat dan menimbulkan pola tingkah laku yang
baru. Semakin baik perkembangan kemampuan sistem syaraf seorang anak akan
semakin baik dan beragam pula pola-pola tingkah laku yang dimilikinya.
b)
Pertumbuhan otot-otot
Otot merupakan jaringan sel-sel yang dapat berubah
memanjang dan juga sekaligus merupakan unit atau kesatuan sel yang memiliki
daya mengkerut. Diantara fungsi-fungsi pokoknya adalah sebagai pengikat
organ-organ lainnya dan sebagai jaringan pembuluh yang mendistribusikan sari
makanan.
Peningkatan tegangan otot anak dapat menimbulkan
perubahan dan peningkatan aneka ragam kemampuan dan kekuatan jasmaninya.
Perubahan ini sangat tampak apabila semakin sering anak melakukan suatu
permainan yang bervariasi atau dalam membuat kerajinan tangan misalnya, maka
semakin meningkat pula kualitas dan kuantitasnya.
c)
Perkembangan dan pertumbuhan fungsi kelenjar endokrin
Perubahan fungsi dari kelenjar-kelenjar endokrin
akan mengakibatkan berubahnya pola sikap dan tingkah laku seorang remaja
terhadap lawan jenisnya. Perubahan ini dapat berupa seringnya bekerja sama
dalam belajar atau berolahraga, perubahan pola perilaku yang bermaksud menarik
perhatian lawan jenis, berubahnya gaya dandanan/ penampilan, dan lain-lain.
d)
Perubahan struktur jasmani
Semakin meningkat usia anak maka akan semakin
meningkat pula ukuran tinggi dan bobot serta proporsi tubuh pada umumnya.
Perubahan jasmani ini akan banyak berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan
dan kecakapan motor skills anak. Pengaruh perubahan fisik seorang siswa
juga tampak pada sikap dan perilakunya terhadap orang lain, karena perubahan
fisik itu sendiri mengubah konsep diri (self-concept) siswa tersebut.
2.
Perkembangan kognitif (cognitive development)
[4]Perkembangan kognitif (cognitive development),
yakni perkembangan fungsi intelektual atau proses perkembangan kemampuan yang
berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan
masalah, dan keyakinan. Ranah kejiwaan yang berpusat di otak ini juga
berhubungan dengan konasi (kehendak) dan afeksi (perasaan) yang bertalian
dengan ranah rasa.
Ada beberapa
teori tentang perkembangan kognitif diantaranya :
v [5]Kajian teori Piaget tentang perkembangan kognitif
Menurut Jean
Piaget (1886-1980) manusia tumbuh, beradaptasi, dan berubah melalui
perkembangan fisik, perkembangan kepribadian, perkembangan sosio-emosional, dan
perkembangan kognitif. Khususnya perkembangan kognitif sebagian besar
bergantung kepada seberapa jauh anak mampu memanipulasi dan aktif berinteraksi
dengan lingkungannya. Ada tiga aspek perkembangan intelektual yaitu struktur,
isi dan fungsi. Struktur atau skema merupakan organisasi mental tingkat tinggi
yang terbentuk pada individu waktu ia berinteraksi dengan lingkungannya. Isi
merupakan pola perilaku khas anak yang tercermin pada responnya terhadap
berbagai masalah atau situasi yang dihadapi. Sedangkan fungsi adalah cara yang
digunakan organisme untuk membuat kemajuan-kemajuan intelektual. Pada fungsi
itu sendiri terdiri dari organisme dan adaptasi.
[6]Teori Piaget menjelaskan bahwa perkembangan
kognitif manusia terjadi karena beberapa faktor yang memengaruhinya, seperti :
a)
Kematangan (maturation), yaitu pertumbuhan otak dan sistem syaraf
manusia karena bertambahnya usia dari lahir sampai dewasa.
b)
Pengalaman (experience) yang terdiri dari :
·
Pengalaman fisik, yaitu interaksi manusia dengan objek-objek di
lingkungannya.
·
Pengalaman logika matematis, yaitu kegiatan-kegiatan pikiran yang
dilakukan manusia yang bersangkutan.
c)
Transmisi sosial atau interaksi antar sesama manusia.
d)
Penyeimbangan (equilibration), yaitu proses struktur mental
(struktur kognitif) manusia yang kehilangan keseimbangan sebagai akibat dari
adanya pengalaman atau pembelajaran baru, kemudian berusaha untuk mencapai
keseimbangan baru tersebut melalui proses asimilasi dan akomodasi. Dalam hal
ini proses asimilasi dan akomodasi merupakan bentuk daripada adaptasi.
v Kajian teori Vygotsky tentang perkembangan kognitif
Teori ini
menekankan pada hakikat sosiokultural dari pembelajaran. Vygotsky berpendapat
bahwa hubungan interaksi sosial seseorang dengan orang lain merupakan faktor
yang terpenting yang mendorong perkembangan kognitif. Sebagai contoh, seorang
anak yang sedang belajar berbicara sebagai akibat dari interaksi anak itu
dengan orang-orang disekelilingnya. Hal ini akan memberikan rangsangan kognitif
bagi si anak untuk berkembang.
v Kajian teori Jerome Bruner tentang perkembangan
kognitif
[7]Jerome Bruner, seorang ahli psikologi dari Harvard,
mendefinisikan perkembangan kognitif sebagai :
a)
Perkembangan sistem internal yang mewakili bagaimana mengolah informasi.
b)
Penerapan sistem itu kedalam informasi baru yang diperoleh.
Menurut teori
ini, informasi baru yang diorganisir dapat meningkatkan cara berpikir abstrak
si anak, sehingga anak mampu membuat strategi untuk memecahkan masalahnya.
3.
Perkembangan bahasa siswa
Bahasa
merupakan sesuatu yang paling penting bagi makhluk sosial, seperti kita. Setiap
manusia dapat menguasai bahasa, karena jika tanpa bahasa manusia takkan mampu
tumbuh dan berkembang dengan normal dan sangat sulit untuk menjalin interaksi
dengan orang lain.
Pada masa
anak-anak bahasa menjadi poin terpenting karena pada masa itu mereka sedang
sangat kuat untuk mengamati dan meniru apa saja yang mereka lihat dan dengar di
sekelilingnya. Disamping itu pula, penguasaan kosa kata anak juga meningkat
pesat. Anak mengucap kalimat yang semakin panjang dan jelas, serta mulai
menyatakan pendapatnya dengan kalimat majemuk.
Sampai pada
masa akhir anak-anak, perkembangan bahasa terus berlanjut. Perbendaharaan kosa
kata anak semakin meningkat dan cara anak-anak menggunakan kata dan kalimat
bertambah kompleks. Dari berbagai pelajaran yang diberikan di sekolah, buku bacaan,
pembicaran dengan anak-anak lain, serta melalui gadget dan televisi,
anak-anak menambah perbendaharaan kosa kata yang ia gunakan dalam percakapan
dan tulisan.
Disamping
peningkatan dalam jumlah perbendaharaan kata, perkembangan bahasa anak usia
sekolah juga terlihat dalam cara anak berpikir tentang kata-kata. Peningkatan
kemampuan dalam menganalisis kata-kata juga disertai dengan kemajuan dalam tata
bahasa. Biasanya, anak usia 6 tahun sudah menguasai hampir semua jenis struktur
kalimat. Dari usia 6-9 tahun, panjang kalimat semakin bertambah. Setelah usia 9
tahun, secara bertahap anak mulai menggunakan kalimat yang lebih singkat dan
padat, serta dapat menerapkan berbagai aturan tata bahasa secara tepat.
4.
Perkembangan sosio-emosional (socio-emotional development)
[8]Lingkungan sosial adalah lingkungan masyarakat yang
didalamnya terdapat interaksi antara individu satu dengan individu lain.
Manusia adalah makhluk sosial dan tanpa adanya interaksi dengan masyarakat,
individu tersebut tidak dapat
mengembangkan berbagai kemampuannya.
Selanjutnya,
perkembangan sosio-emosional pada anak dapat ditandai dengan adanya
perkembangan kemampuan anak untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar, memiliki
rasa pertemanan yang melibatkan emosi, pikiran dan tingkah laku mereka. Dan
perkembangan sosial anak sendiri dapat dilihat melalui proses dimana anak mampu
mengembangkan interpersonalnya, dengan belajar menjalin persahabatan dan mampu
untuk terbuka pemahamannya tentang orang-orang yang ada disekitarnya. Karena
dengan seperti itu anak juga mengerti akan indahnya kebersamaan di lingkungan
sekitar.
Akan tetapi,
perkembangan sosio-emosional anak juga tergantung dari bagaimana orang tua
ataupun lingkungan di sekitarnya. Anak dapat dengan bergaul ketika orang tua
mereka mengenalkan mereka dan memberi arahan pada lingkungan sekitar. Karena
ada juga anak yang sosio-emosionalnya tidak berkembang secara optimal karena
kemungkinan mereka tidak mendapatkan perkenalan lingkungan disekitarnya, oleh
karena itu kebanyakan dalam kasus seperti ini si anak cenderung menjadi pendiam
dan memiliki kepribadian yang tertutup.
5.
Perkembangan moral (moral development)
Moral
merupakan kondisi pikiran, perasaan, ucapan dan perilaku manusia yang terkait
dengan nilai-nilai baik dan buruk. Moral adalah perbuatan/ tingkah laku/ ucapan
seseorang dalam berinteraksi dengan manusia. Apabila yang dilakukan seseorang
itu sesuai dengan nilai yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta
menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai memiliki moral
yang baik.
Berikut adalah
beberapa teori dari para ahli psikologi mengenai proses perkembangan moral
terhadap siswa, yaitu :
v
Menurut Gunarsa (1989) keluarga merupakan lingkungan kehidupan yang
dikenal anak untuk pertama kalinya, dan karena itu peran orang tua dianggap
paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan moral seorang anak.
v
Menurut Piaget, perkembangan moral anak menengah dan akhir berada dalam
suatu transisi antara dua tahap yaitu tahap realisme moral (heteronomous
morality) dan tahap moralitas berdasarkan hubungan timbal balik (autonomous
morality).
a.
Dalam tahap realisme moral, anak melihat peraturan dari orang tua dan
orang lain sebagai sesuatu yang tidak akan pernah berubah sehingga mereka harus
senantiasa mentaati tanpa perlu mempertanyakannya. Pada tahap ini juga
berkembang ide immanent justice (keadilan abadi), yaitu suatu pemikiran
bahwa pelanggar aturan pasti akan dapat hukuman dengan segera, baik langsung
dari orang itu, objek atau Tuhan. Misalnya ada anak berbohong kepada ibunya dan
kemudian ia jatuh dari sepeda yang dinaikinya sehingga lututnya terluka, pada
saat itu juga dalam mineset si anak berpikir bahwa kecelakaan itu
terjadi sebagai hukuman karena ia telah berbohong pada ibunya.
b.
Pada tahap moralitas berdasarkan hubungan timbal balik, anak sudah
menyadari bahwa peraturan merupakan kesepakatan sosial yang dapat berubah dan
dapat dipertanyakan. Anak juga sudah mampu melihat bahwa ia tidak perlu patuh terhadap
keinginan orang lain dan merasa bahwa melanggar aturan takkan menjadi masalah
besar dan akan mendapat hukuman. Pada tahap ini juga berkembang ide equalitarianisme,
dimana anak percaya bahwa keadilan hukum harus ditetapkan pada semua orang.
Anak sudah menyadari bahwa pemberian hukuman harus berdasarkan pertimbangan
maksud dan tujuan si pelaku, serta masalah yang dilanggarnya. Hukuman yang
diberikan tidak harus berbentuk kekerasan, namun juga dapat berupa pembelajaran
agar si pelaku menjadi lebih baik dikemudian hari.
v
Menurut Hurlock (1993), perkembangan moral anak dapat dilihat dari dua
aspek, yaitu :
a.
Perkembangan konsep moral; tidak hanya semata-mata dipengaruhi oleh
pengetahuan tentang konsep moral, tetapi juga ditentukan oleh banyak faktor
seperti tuntutan sosial, konsep diri anak, dan sebagainya.
b.
Perkembangan perilaku moral; salah satu faktornya adalah adanya self
regulation (pengaturan diri) yaitu kemampuan mengontrol perilaku sendiri
tanpa harus diawasi atau diingatkan oleh orang lain. Dengan adanya pengaturan
ini, anak akan mampu menunjukan atau menahan perilaku tertentu secara tepat
sesuai dengan kondisi yang dihadapinya.
Dari
teori-teori diatas, dapat disimpulkan bahwa perkembangan moral adalah suatu
proses perubahan yang terjadi pada psikis anak, baik berupa pola pikir,
pemaknaan, hingga tingkah laku anak. Hal ini terjadi karena terdapat
sebab-akibat yang memicu timbulnya rasa, ucap dan perbuatan dalam menyikapi
nilai (baik/buruk).
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Pertumbuhan dan perkembangan adalah dua
kata yang berbeda. Pertumbuhan (growth) artinya tahapan peningkatan
sesuatu dalam jumlah, ukuran dan arti pentingnya. Sedangkan, perkembangan (development)
adalah proses atau tahapan pertumbuhan ke arah yang lebih maju. Meskipun pada dasarnya Pertumbuhan juga
berarti sebuah tahapan perkembangan (a stage of development).
Selanjutnya,
perkembangan psiko-fisik pada prosesnya dipandang memiliki keterkaitan langsung
dengan kegiatan belajar siswa, meliputi :
a.
Perkembangan motor (motor
development), yakni proses perkembangan yang progresif dan berhubungan
dengan keterampilan fisik anak (motor skills).
b.
Perkembangan kognitif (cognitive
development), yakni perkembangan fungsi intelektual atau kecerdasan otak
anak.
c.
Perkembangan bahasa
siswa, yakni proses perkembangan peserta didik terhadap keterampilan berbahasa
(menyimak, berbicara, membaca dan menulis) sehingga dapat tumbuh secara optimal.
d.
Perkembangan
sosio-emosional (socio-emotional development), yaitu proses perubahan
yang terjadi pada diri setiap individu dalam warna afektif yang menyertai
setiap keadaan atau perilaku individu, dalam hal ini objeknya adalah peserta
didik.
e.
Perkembangan moral (moral
development), yakni proses perkembangan mental yang berhubungan dengan
perubahan-perubahan cara anak dalam berkomunikasi dengan objek atau orang lain,
baik sebagai individu maupun sebagai kelompok.
2. Saran
Seorang
guru atau tenaga pendidik dinilai memiliki mutu kerja yang berkualitas apabila
dapat membimbing siswa dengan baik. Jadi, setidaknya seorang guru sedikit
memahami ilmu Psikologi Pendidikan, terutama mengenai perkembangan psiko-fisik
siswa agar jika terjadi suatu masalah yang di hadapi peserta didik hendaknya dapat
membimbing mereka, memberikan solusi alternatif agar dengan cepat dapat
menyelesaikan permasalahannya dengan baik serta menjadi pribadi yang
berkualitas pula.
DAFTAR
PUSTAKA
Syah, Muhibbin. 2010. Psikologi
Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. cetakan ke lima belas. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya.
Ngalim, M. Purwanto. 1986. Psikologi
Pendidikan. Bandung : Remadja Karya.
Walgito, Bimo. 2004. Pengantar
Psikologi Umum. Yogyakarta : Andi.
DAFTAR LAMAN
https://www.sahlan.web.id/2013/02/perkembangan-psyco-fisik-siswa.html
https://www.kompasiana.com/nur_hik/589d1e02509773b10451ea54/sosial-emosional-anak-usia-dini/
[1] Muhibbin Syah. Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2010), hlm 40
[2] M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remadja
Karya, 1986), hlm 18
[3] Ibid., hlm. 62
[4] Ibid., hlm. 65
[5] Ibid., hlm. 66
[6] Suardiman, Psikologi,,,,, hlm. 42
[7] Ibid., hlm. 42
[8] Bimo Walgito. Pengantar Psikologi Umum. (Yogyakarta: Andi,
2004), hlm. 51
Tidak ada komentar:
Posting Komentar