Senin, 20 September 2021

Makalah Psikologi Pendidikan Perkembangan Psiko-Fisik Siswa

 

Kelompok 4

 

MAKALAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN

PERKEMBANGAN PSIKO-FISIK SISWA

 

Dosen Pembimbing : Frendi Fernando, S.Pd.I.,M.A

 


 

Makalah Ini Disajikan Untuk Memenuhi Tugas

Mata Kuliah Psikologi Pendidikan

 

       Nama  : Siti Nurkhayati

       NIM    : 182100737

 

 

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SUFYAN TSAURI MAJENANG

TAHUN AKADEMIK 2019/2020


KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan makalah yang berjudul “Perkembangan Psiko-Fisik Siswa”. Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan.

Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada :

1.      Bapak Frendi Fernando, S.Pd.I.,M.A selaku dosen pembimbing mata kuliah Psikologi Pendidikan yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan dalam kegiatan tugas pembuatan makalah ini.

2.      Orang tua kami yang telah memberikan dukungan baik spiritual maupun materiil.

3.      Semua pihak yang telah memberikan dukungan dan motivasi dalam penyelesaian makalah ini.

Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih terdapat kekurangan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca demi perbaikan di masa yang akan datang.

Kami berharap makalah ini bermanfaat bagi semua pihak dan berguna bagi pembaca. Amiin.

 

Cimanggu, 6 April 2020

 

 

Penulis


DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL .........................................................................................................................  i

KATA PENGANTAR .......................................................................................................................  ii

DAFTAR ISI .....................................................................................................................................  iii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................................  1

A. Latar Belakang Masalah ...........................................................................................................  1

B. Rumusan Masalah .....................................................................................................................  1

C. Tujuan .......................................................................................................................................  2

BAB II PEMBAHASAN ..................................................................................................................  3

A. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan ...........................................................................  3

B. Perkembangan Psiko-Fisik Siswa .............................................................................................  4

1. Perkembangan Motor (Fisik) Siswa ......................................................................................  4

2. Perkembangan Kognitif (Cognitive Development................................................................ 6

3. Perkembangan Bahasa Siswa ................................................................................................  8

4. Perkembangan Sosio-Emosional (Socio-emotional Development) .......................................  9

5. Perkembangan Moral (Moral Development) ......................................................................... 10

BAB III PENUTUP ............................................................................................................................ 12

A. Kesimpulan ................................................................................................................................. 12

B. Saran ............................................................................................................................................ 13

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................................... 14

DAFTAR LAMAN ............................................................................................................................... 15


BAB I

PENDAHULUAN

 

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Perkembangan ranah-ranah psiko-fisik adalah proses perkembangan yang terfokus pada kaitannya langsung dengan proses belajar. Proses perkembangan itu meliputi; (a) perkembangan motorik (motor development), (b) proses perkembangan kognitif (cognitif development), (c) bahasa komunikasi, (d) perkembangan sosio-emosional (socio-emotional development), dan (e) perkembangan moral (moral development) siswa.

Perkembangan fisik merupakan salah satu aspek perkembangan peserta didik yang sangat penting dan memengaruhi aspek-aspek perkembangan lainnya, seperti halnya aspek karakteristik perkembangan fisik dan kepribadian peserta didik. Namun, pada kenyataannya tak jarang menjumpai salah seorang guru yang kurang dapat memahami proses-proses perkembangan psiko-fisik pada peserta didiknya sehingga menimbulkan terjadinya hambatan/keterlambatan pertumbuhan psiko-fisik pada siswa-siswanya. Maka dari itu, dalam hal ini seorang guru dituntut untuk memiliki rasa tanggung jawab yang besar dalam melaksanakan interaksi edukatif didalam kelas, dan perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang perkembangan psiko-fisik peserta didiknya. Dengan bekal pemahaman tersebut, diharapkan guru akan dapat memberikan layanan pendidikan atau melaksanakan proses pembelajaran secara optimal serta dapat membentuk karakteristik siswanya sesuai dengan kemampuan si peserta didik.

 

B. RUMUSAN MASALAH

1.   Bagaimana proses perkembangan motorik (fisik) siswa?

2.   Bagaimana proses perkembangan kognitif siswa ?

3.   Bagaiman proses perkembangan bahasa siswa ?

4.   Bagaimana proses perkembangan sosio-emosional siswa ?

5.   Bagaimana proses perkembangan moral siswa ?

 

C. TUJUAN

Berikut adalah tujuan daripada materi yang akan di bahas, yaitu :

1.   Untuk dapat mengetahui dan memahami proses perkembangan motorik (fisik) siswa.

2.   Untuk dapat mengetahui dan memahami proses perkembangan kognitif siswa.

3.   Untuk dapat mengetahui dan memahami proses perkembangan bahasa siswa.

4.   Untuk dapat mengetahui dan memahami proses perkembangan sosio-emosional siswa.

5.   Untuk dapat mengetahui dan memahami proses perkembangan moral siswa.


BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    PENGERTIAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

[1]Perkembangan (development) adalah proses atau tahapan pertumbuhan ke arah yang lebih maju. Pertumbuhan sendiri (growth) berarti tahapan peningkatan sesuatu dalam jumlah, ukuran dan arti pentingnya. Pertumbuhan juga berarti sebuah tahapan perkembangan (a stage of development).

Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan juga dapat dilihat dari sifatnya, dimana pada pertumbuhan bersifat kuantitatif dan perkembangan bersifat kualitatif. Maksudnya adalah pada proses pertumbuhan yang terjadi pada makhluk hidup, akan mengalami perubahan secara fisik; seperti perubahan fisik yang terjadi pada saat masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Sedangkan proses perkembangan lebih kepada perubahan secara psikologi, yaitu perubahan-perubahan pada makhluk hidup yang menandakan bahwa makhluk tersebut sudah lebih dewasa.

Selanjutnya, pembahasan mengenai perkembangan ranah-ranah psiko-fisik pada proses-proses perkembangan yang dipandang memiliki keterkaitan langsung dengan kegiatan belajar siswa. Proses perkembangan tersebut meliputi :

a.       Perkembangan motor (motor development), yakni proses perkembangan yang progresif dan berhubungan dengan perolehan aneka ragam keterampilan fisik anak (motor skills).

b.      Perkembangan kognitif (cognitive development), yakni perkembangan fungsi intelektual atau proses perkembangan kemampuan atau kecerdasan otak anak.

c.       Perkembangan bahasa siswa, yakni proses perkembangan peserta didik terhadap keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca dan menulis) sehingga perkembangan bahasa anak dapat tumbuh secara optimal sesuai dengan usianya.

d.      Perkembangan sosio-emosional (socio-emotional development), yaitu proses perubahan sosio-emosional yang terjadi pada diri setiap individu dalam warna afektif yang menyertai setiap keadaan atau perilaku individu, dalam hal ini objeknya adalah peserta didik.

e.       [2]Perkembangan moral (moral development), yakni proses perkembangan mental yang berhubungan dengan perubahan-perubahan cara anak dalam berkomunikasi dengan objek atau orang lain, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok.

 

B.     PERKEMBANGAN PSIKO-FISIK SISWA

Berikut adalah penjelasan mengenai berbagai proses perkembangan psiko-fisik yang umum terjadi pada pembelajaran siswa, antara lain :

1.          Perkembangan motor (fisik) siswa

Perkembangan motor (motor development), yakni proses perkembangan yang progresif dan berhubungan dengan perolehan aneka ragam keterampilan fisik anak (motor skills).

[3]Terdapat empat macam faktor yang mendorong kelanjutan perkembangan motor skills peserta didik yang juga memungkinkan adanya campur tangan orang tua dan guru dalam mengarahkannya. Keempat faktor itu sebagai berikut :

a)      Pertumbuhan dan perkembangan sistem syaraf

Pertumbuhan dan perkembangan kemampuannya membuat intelegensi (kecerdasan) anak meningkat dan menimbulkan pola tingkah laku yang baru. Semakin baik perkembangan kemampuan sistem syaraf seorang anak akan semakin baik dan beragam pula pola-pola tingkah laku yang dimilikinya.

b)      Pertumbuhan otot-otot

Otot merupakan jaringan sel-sel yang dapat berubah memanjang dan juga sekaligus merupakan unit atau kesatuan sel yang memiliki daya mengkerut. Diantara fungsi-fungsi pokoknya adalah sebagai pengikat organ-organ lainnya dan sebagai jaringan pembuluh yang mendistribusikan sari makanan.

Peningkatan tegangan otot anak dapat menimbulkan perubahan dan peningkatan aneka ragam kemampuan dan kekuatan jasmaninya. Perubahan ini sangat tampak apabila semakin sering anak melakukan suatu permainan yang bervariasi atau dalam membuat kerajinan tangan misalnya, maka semakin meningkat pula kualitas dan kuantitasnya.

c)      Perkembangan dan pertumbuhan fungsi kelenjar endokrin

Perubahan fungsi dari kelenjar-kelenjar endokrin akan mengakibatkan berubahnya pola sikap dan tingkah laku seorang remaja terhadap lawan jenisnya. Perubahan ini dapat berupa seringnya bekerja sama dalam belajar atau berolahraga, perubahan pola perilaku yang bermaksud menarik perhatian lawan jenis, berubahnya gaya dandanan/ penampilan, dan lain-lain.

d)      Perubahan struktur jasmani

Semakin meningkat usia anak maka akan semakin meningkat pula ukuran tinggi dan bobot serta proporsi tubuh pada umumnya. Perubahan jasmani ini akan banyak berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan dan kecakapan motor skills anak. Pengaruh perubahan fisik seorang siswa juga tampak pada sikap dan perilakunya terhadap orang lain, karena perubahan fisik itu sendiri mengubah konsep diri (self-concept) siswa tersebut.

 

2.          Perkembangan kognitif (cognitive development)

[4]Perkembangan kognitif (cognitive development), yakni perkembangan fungsi intelektual atau proses perkembangan kemampuan yang berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, dan keyakinan. Ranah kejiwaan yang berpusat di otak ini juga berhubungan dengan konasi (kehendak) dan afeksi (perasaan) yang bertalian dengan ranah rasa.

Ada beberapa teori tentang perkembangan kognitif diantaranya :

v  [5]Kajian teori Piaget tentang perkembangan kognitif

Menurut Jean Piaget (1886-1980) manusia tumbuh, beradaptasi, dan berubah melalui perkembangan fisik, perkembangan kepribadian, perkembangan sosio-emosional, dan perkembangan kognitif. Khususnya perkembangan kognitif sebagian besar bergantung kepada seberapa jauh anak mampu memanipulasi dan aktif berinteraksi dengan lingkungannya. Ada tiga aspek perkembangan intelektual yaitu struktur, isi dan fungsi. Struktur atau skema merupakan organisasi mental tingkat tinggi yang terbentuk pada individu waktu ia berinteraksi dengan lingkungannya. Isi merupakan pola perilaku khas anak yang tercermin pada responnya terhadap berbagai masalah atau situasi yang dihadapi. Sedangkan fungsi adalah cara yang digunakan organisme untuk membuat kemajuan-kemajuan intelektual. Pada fungsi itu sendiri terdiri dari organisme dan adaptasi.

[6]Teori Piaget menjelaskan bahwa perkembangan kognitif manusia terjadi karena beberapa faktor yang memengaruhinya, seperti :

a)      Kematangan (maturation), yaitu pertumbuhan otak dan sistem syaraf manusia karena bertambahnya usia dari lahir sampai dewasa.

b)      Pengalaman (experience) yang terdiri dari :

·        Pengalaman fisik, yaitu interaksi manusia dengan objek-objek di lingkungannya.

·        Pengalaman logika matematis, yaitu kegiatan-kegiatan pikiran yang dilakukan manusia yang bersangkutan.

c)      Transmisi sosial atau interaksi antar sesama manusia.

d)      Penyeimbangan (equilibration), yaitu proses struktur mental (struktur kognitif) manusia yang kehilangan keseimbangan sebagai akibat dari adanya pengalaman atau pembelajaran baru, kemudian berusaha untuk mencapai keseimbangan baru tersebut melalui proses asimilasi dan akomodasi. Dalam hal ini proses asimilasi dan akomodasi merupakan bentuk daripada adaptasi.

v  Kajian teori Vygotsky tentang perkembangan kognitif

Teori ini menekankan pada hakikat sosiokultural dari pembelajaran. Vygotsky berpendapat bahwa hubungan interaksi sosial seseorang dengan orang lain merupakan faktor yang terpenting yang mendorong perkembangan kognitif. Sebagai contoh, seorang anak yang sedang belajar berbicara sebagai akibat dari interaksi anak itu dengan orang-orang disekelilingnya. Hal ini akan memberikan rangsangan kognitif bagi si anak untuk berkembang.

v  Kajian teori Jerome Bruner tentang perkembangan kognitif

[7]Jerome Bruner, seorang ahli psikologi dari Harvard, mendefinisikan perkembangan kognitif sebagai :

a)      Perkembangan sistem internal yang mewakili bagaimana mengolah informasi.

b)      Penerapan sistem itu kedalam informasi baru yang diperoleh.

Menurut teori ini, informasi baru yang diorganisir dapat meningkatkan cara berpikir abstrak si anak, sehingga anak mampu membuat strategi untuk memecahkan masalahnya.

 

3.   Perkembangan bahasa siswa

Bahasa merupakan sesuatu yang paling penting bagi makhluk sosial, seperti kita. Setiap manusia dapat menguasai bahasa, karena jika tanpa bahasa manusia takkan mampu tumbuh dan berkembang dengan normal dan sangat sulit untuk menjalin interaksi dengan orang lain.

Pada masa anak-anak bahasa menjadi poin terpenting karena pada masa itu mereka sedang sangat kuat untuk mengamati dan meniru apa saja yang mereka lihat dan dengar di sekelilingnya. Disamping itu pula, penguasaan kosa kata anak juga meningkat pesat. Anak mengucap kalimat yang semakin panjang dan jelas, serta mulai menyatakan pendapatnya dengan kalimat majemuk.

Sampai pada masa akhir anak-anak, perkembangan bahasa terus berlanjut. Perbendaharaan kosa kata anak semakin meningkat dan cara anak-anak menggunakan kata dan kalimat bertambah kompleks. Dari berbagai pelajaran yang diberikan di sekolah, buku bacaan, pembicaran dengan anak-anak lain, serta melalui gadget dan televisi, anak-anak menambah perbendaharaan kosa kata yang ia gunakan dalam percakapan dan tulisan.

Disamping peningkatan dalam jumlah perbendaharaan kata, perkembangan bahasa anak usia sekolah juga terlihat dalam cara anak berpikir tentang kata-kata. Peningkatan kemampuan dalam menganalisis kata-kata juga disertai dengan kemajuan dalam tata bahasa. Biasanya, anak usia 6 tahun sudah menguasai hampir semua jenis struktur kalimat. Dari usia 6-9 tahun, panjang kalimat semakin bertambah. Setelah usia 9 tahun, secara bertahap anak mulai menggunakan kalimat yang lebih singkat dan padat, serta dapat menerapkan berbagai aturan tata bahasa secara tepat.

 

4.   Perkembangan sosio-emosional (socio-emotional development)

[8]Lingkungan sosial adalah lingkungan masyarakat yang didalamnya terdapat interaksi antara individu satu dengan individu lain. Manusia adalah makhluk sosial dan tanpa adanya interaksi dengan masyarakat, individu tersebut  tidak dapat mengembangkan berbagai kemampuannya.

Selanjutnya, perkembangan sosio-emosional pada anak dapat ditandai dengan adanya perkembangan kemampuan anak untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar, memiliki rasa pertemanan yang melibatkan emosi, pikiran dan tingkah laku mereka. Dan perkembangan sosial anak sendiri dapat dilihat melalui proses dimana anak mampu mengembangkan interpersonalnya, dengan belajar menjalin persahabatan dan mampu untuk terbuka pemahamannya tentang orang-orang yang ada disekitarnya. Karena dengan seperti itu anak juga mengerti akan indahnya kebersamaan di lingkungan sekitar.

Akan tetapi, perkembangan sosio-emosional anak juga tergantung dari bagaimana orang tua ataupun lingkungan di sekitarnya. Anak dapat dengan bergaul ketika orang tua mereka mengenalkan mereka dan memberi arahan pada lingkungan sekitar. Karena ada juga anak yang sosio-emosionalnya tidak berkembang secara optimal karena kemungkinan mereka tidak mendapatkan perkenalan lingkungan disekitarnya, oleh karena itu kebanyakan dalam kasus seperti ini si anak cenderung menjadi pendiam dan memiliki kepribadian yang tertutup.

 

 

 

5.   Perkembangan moral (moral development)

Moral merupakan kondisi pikiran, perasaan, ucapan dan perilaku manusia yang terkait dengan nilai-nilai baik dan buruk. Moral adalah perbuatan/ tingkah laku/ ucapan seseorang dalam berinteraksi dengan manusia. Apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai memiliki moral yang baik.

Berikut adalah beberapa teori dari para ahli psikologi mengenai proses perkembangan moral terhadap siswa, yaitu :

v   Menurut Gunarsa (1989) keluarga merupakan lingkungan kehidupan yang dikenal anak untuk pertama kalinya, dan karena itu peran orang tua dianggap paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan moral seorang anak.

v   Menurut Piaget, perkembangan moral anak menengah dan akhir berada dalam suatu transisi antara dua tahap yaitu tahap realisme moral (heteronomous morality) dan tahap moralitas berdasarkan hubungan timbal balik (autonomous morality).

a.       Dalam tahap realisme moral, anak melihat peraturan dari orang tua dan orang lain sebagai sesuatu yang tidak akan pernah berubah sehingga mereka harus senantiasa mentaati tanpa perlu mempertanyakannya. Pada tahap ini juga berkembang ide immanent justice (keadilan abadi), yaitu suatu pemikiran bahwa pelanggar aturan pasti akan dapat hukuman dengan segera, baik langsung dari orang itu, objek atau Tuhan. Misalnya ada anak berbohong kepada ibunya dan kemudian ia jatuh dari sepeda yang dinaikinya sehingga lututnya terluka, pada saat itu juga dalam mineset si anak berpikir bahwa kecelakaan itu terjadi sebagai hukuman karena ia telah berbohong pada ibunya.

b.      Pada tahap moralitas berdasarkan hubungan timbal balik, anak sudah menyadari bahwa peraturan merupakan kesepakatan sosial yang dapat berubah dan dapat dipertanyakan. Anak juga sudah mampu melihat bahwa ia tidak perlu patuh terhadap keinginan orang lain dan merasa bahwa melanggar aturan takkan menjadi masalah besar dan akan mendapat hukuman. Pada tahap ini juga berkembang ide equalitarianisme, dimana anak percaya bahwa keadilan hukum harus ditetapkan pada semua orang. Anak sudah menyadari bahwa pemberian hukuman harus berdasarkan pertimbangan maksud dan tujuan si pelaku, serta masalah yang dilanggarnya. Hukuman yang diberikan tidak harus berbentuk kekerasan, namun juga dapat berupa pembelajaran agar si pelaku menjadi lebih baik dikemudian hari.

v   Menurut Hurlock (1993), perkembangan moral anak dapat dilihat dari dua aspek, yaitu :

a.       Perkembangan konsep moral; tidak hanya semata-mata dipengaruhi oleh pengetahuan tentang konsep moral, tetapi juga ditentukan oleh banyak faktor seperti tuntutan sosial, konsep diri anak, dan sebagainya.

b.      Perkembangan perilaku moral; salah satu faktornya adalah adanya self regulation (pengaturan diri) yaitu kemampuan mengontrol perilaku sendiri tanpa harus diawasi atau diingatkan oleh orang lain. Dengan adanya pengaturan ini, anak akan mampu menunjukan atau menahan perilaku tertentu secara tepat sesuai dengan kondisi yang dihadapinya.

 

Dari teori-teori diatas, dapat disimpulkan bahwa perkembangan moral adalah suatu proses perubahan yang terjadi pada psikis anak, baik berupa pola pikir, pemaknaan, hingga tingkah laku anak. Hal ini terjadi karena terdapat sebab-akibat yang memicu timbulnya rasa, ucap dan perbuatan dalam menyikapi nilai (baik/buruk).

 


BAB III

PENUTUP

 

1. Kesimpulan

       Pertumbuhan dan perkembangan adalah dua kata yang berbeda. Pertumbuhan (growth) artinya tahapan peningkatan sesuatu dalam jumlah, ukuran dan arti pentingnya. Sedangkan, perkembangan (development) adalah proses atau tahapan pertumbuhan ke arah yang lebih maju.  Meskipun pada dasarnya Pertumbuhan juga berarti sebuah tahapan perkembangan (a stage of development).

Selanjutnya, perkembangan psiko-fisik pada prosesnya dipandang memiliki keterkaitan langsung dengan kegiatan belajar siswa, meliputi :

a.       Perkembangan motor (motor development), yakni proses perkembangan yang progresif dan berhubungan dengan keterampilan fisik anak (motor skills).

b.       Perkembangan kognitif (cognitive development), yakni perkembangan fungsi intelektual atau kecerdasan otak anak.

c.       Perkembangan bahasa siswa, yakni proses perkembangan peserta didik terhadap keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca dan menulis) sehingga dapat tumbuh secara optimal.

d.       Perkembangan sosio-emosional (socio-emotional development), yaitu proses perubahan yang terjadi pada diri setiap individu dalam warna afektif yang menyertai setiap keadaan atau perilaku individu, dalam hal ini objeknya adalah peserta didik.

e.       Perkembangan moral (moral development), yakni proses perkembangan mental yang berhubungan dengan perubahan-perubahan cara anak dalam berkomunikasi dengan objek atau orang lain, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok.

 

 

2. Saran

       Seorang guru atau tenaga pendidik dinilai memiliki mutu kerja yang berkualitas apabila dapat membimbing siswa dengan baik. Jadi, setidaknya seorang guru sedikit memahami ilmu Psikologi Pendidikan, terutama mengenai perkembangan psiko-fisik siswa agar jika terjadi suatu masalah yang di hadapi peserta didik hendaknya dapat membimbing mereka, memberikan solusi alternatif agar dengan cepat dapat menyelesaikan permasalahannya dengan baik serta menjadi pribadi yang berkualitas pula.

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

Syah, Muhibbin. 2010. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. cetakan ke lima belas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Ngalim, M. Purwanto. 1986. Psikologi Pendidikan. Bandung : Remadja Karya.

Walgito, Bimo. 2004. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta : Andi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


DAFTAR LAMAN

 

https://www.sahlan.web.id/2013/02/perkembangan-psyco-fisik-siswa.html

https://www.kompasiana.com/nur_hik/589d1e02509773b10451ea54/sosial-emosional-anak-usia-dini/

https://dosenpsikologi-com.cdn.ampproject.org/v/s/dosenpsikologi.com/perkembangan-moral-dalam-psikologi-pendidikan/


[1] Muhibbin Syah. Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010), hlm 40

[2] M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remadja Karya, 1986), hlm 18

[3] Ibid., hlm. 62

[4] Ibid., hlm. 65

[5] Ibid., hlm. 66

[6] Suardiman, Psikologi,,,,, hlm. 42

[7] Ibid., hlm. 42

[8] Bimo Walgito. Pengantar Psikologi Umum. (Yogyakarta: Andi, 2004), hlm. 51

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Psikologi Pendidikan Perkembangan Psiko-Fisik Siswa

  Kelompok 4   MAKALAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN PERKEMBANGAN PSIKO-FISIK SISWA   Dosen Pembimbing : Frendi Fernando, S.Pd.I.,M.A  ...